Menjalani kehidupan yang berbeda, sebenarnya ini bukan masalah yang besar, namun bukan Ariana jika ia tidak menyusahkan dirinya sendiri dengan membesar-besarkan masalah. Namun ada juga yang terlihat santai, Adrina selalu berhasil membuat dirinya terlihat sangat tenang, meskipun sebenarnya ia sama tidak tenangnya dengan Ariana. Namun yang ini jauh berbeda, dia bahkan terlihat sangat gembira dengan kehidupan barunya yang menurut Ariana jauh tidak lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Anisa, gadis manis ini tidak pernah repot dengan sekelilingnya, semua dibawa santai, dan terbuktilah dia yang paling baik diantara kedua kakaknya.
Tiga gadis berwajah sama namun berbeda karakter, mungkinkah memiliki wajah sama mampu membuat mereka memiliki nasib sama? Mungkinkan mereka akan mendapatkan cinta sejati yang sama baiknya? Akankah kelainan sifat mereka membuat ketiganya mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru disekitarnya?
***
Yup-yup. Cerita ini benar-benar terinspirasi dari salah satu karya anak Directioner, tetapi sumpah deh gue gak jiplak haha. Cerita ini menceritakan 3 anak kembar, yang baru saja kehilangan kedua orang tuanya dan terpaksa diungsikan ke rumah sahabat Ibunya yang berada di pedalaman, maksudnya tidak di kota besar. Mereka menolak mentah-mentah, namun mau tidak mau, mereka harus tetap menjalaninya.
Harry, anak dari sahabat Ibunya memiliki sifat yang sangat ramah dan mudah bercanda, namun jika ia sudah berhadapan dengan Anisa, entah kenapa hanya ada tatapan tajam juga ucapan pedas untuk gadis manis itu. Anisa tidak tahu karena apa, yang pasti Harry selalu memberinya respon negatif.
Berbeda dengan Harry, Zayn yang merupakan teman dekat Harry sangat teramat baik bahkan perhatian kepada Anisa, namun disisi itu, ia memiliki rasa kepada Ariana. Gadis urakan yang sangat menantangnya. Dan yes, Zayn suka tantangan.
Lain Anisa, lain Ariana, Adrina perempuan tenang ini benar-benar memiliki hidup yang sangat tenang sampai seorang laki-laki asal Irlandia menganggu hidupnya, memang tidak secara terang-terangan, namun itu benar-benar berhasil membuat dunianya jungkir balik tidak karuan. Niall yang awalnya salah, malah disusul sama Adrina yang membuat kesalahan, dan jadilah saling salah. Bukannya saling minta maaf selesai, bukan Adrina namanya jika ia meminta maaf. Memang gadis ini terkesan urakan sama seperti Adrina, namun ia tidak separah Ari.
Jadi apa yang sebenarnya terjadi, konflik apa yang akan aku angkat ke cerita ini? Hahaha, Katanya sih banyak yang nungguin cerita ini, tetapi gak tahu deh gak ada yang komen, masa.
***
Part 1
"jadi kau yang tadi menggoda adikku?" Ad kembali berteriak tepat di depan wajah Zayn dengan nafas tersenggal saat merasakan Anisa yang makin mengumpat dibalik punggungnya. Bagaimana tidak marah, setelah menggoda Anisa, laki-laki ini hanya meminta maaf saja. Ya Tuhan.
"Jadi dia bilang bahwa aku menggodanya?" Zayn mengangkat kedua alisnya kemudian menatap Anisa dengan senyum miringnya, membuat Anisa merapatkan lingkaran tangannya pada lengan Ad.
"Memegang tangan dan mengajaknya makan siang, apa itu yang kau sebut dengan tidak menggoda?" Ariana ingat bahwa laki-laki arab ini merupakan laki-laki yang ia temui di stasiun London tadi, yang sempat berselisih dengannya.
-
"Aku hanya salah bicara, lebih tepatnya aku salah paham dengan yang Anisa ucapkan. Anisa ya nama si bungsu itu?" Harry mengkerut saat Zayn tersenyum miring dengan pandangan melayang. Apa yang sedang dia pikirkan, sih?
"Ya. Kenapa?"
"Manis, sepertinya aku tertarik. Doa sangat menggemaskan Harry..."
"Hentikan dulu tangisannya, baru kau boleh mendekatinya!"
"kau ini, bertindak seperti kau kekasihnya saja, sih" Zayn mendengus sebal saat Harry melontarkan kalimat yang membuat Zayn berdecak berkali-kali.
"ku culik saja dia ke apartemenku" ujar Zayn asal, membuat Harry makin melotot padanya. Zayn ini.
"kau ingin mati ditanganku, arab?"
"ucapanmu mirip dengan si sulung menyebalkan. Dia juga mengancamku seperti itu, plus panggilan arab!" Harry makin melotot sedangkan Zayn hanya terkekeh mendengarnya.
-
"aku tidak mau disini, bersama si arab" zayn membulatkan matanya, sedangkan Harry ia malah tertawa kencang mendengar ucapan Anisa. Astaga, gadis itu kenapa se frontal itu, sih?
"aku tidak akan memakanmu, Anisa"
"tetapi dia bilang akan menculikmu, Anisa" Anisa membulatkan matanya membuat Harry makin terkikik, sedangkan Ari dan Ad menatap Zayn dengan tatapan tajamnya. Harry sialan, gumam Zayn dalam hati.
-
Kurang lebih beberapa dialog pada part 1 Triple A, yang sudah di post di wattpad. Ada yang berminat baca, silahkan kesini ya... https://www.wattpad.com/158522530-triple-a-1-zayn
Rikaaawan...
No comments:
Post a Comment